Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Penikmat stand up comedy dari SMA, Rifky dan sahabatnya, Athaya Mubarak, memutuskan untuk membuat komunitas stand up di Bogor tahun 2011. Berawal dari diskusi di kostan sampai membuat ‘Stand Up Night’ di Bogor bekerja sama dengan komika senior lainnya, dari sanalah lahir Stand Up Indo Bogor. Komunitas dibentuk sebagai wadah untuk berekspresi dan berbagi ilmu. Dimana, segala sesuatu akan lebih baik ketika bisa berhubungan dengan orang lain dan saling berbagi sudut pandang.

Komunitas ini memiliki banyak kegiatan dalam rangka estafet keilmuannya. Open mic, open mic Bogor Tour, gathering, penugasan headliner, dan banyak pembuatan konten di media sosial yang bertujuan untuk memperkenalkan Stand Up Indo Bogor. Hasil produktivitas teman-teman Komunitas Stand Up Indo Bogor bisa dilihat di berbagai media sosial. Semua kegiatan ini dilakukan untuk memajukan komunitas bersama-sama dan menumbuhkan iklim kompetitif yang sehat yang membuat setiap individunya ingin terus belajar dan berkarya.

Open mic, tidak pernah absen dari 2011 (sayangnya, sampai sebelum pandemi), diselenggarakan seminggu sekali untuk berlatih membuat dan menyampaikan materi. Open mic Bogor Tour tidak jauh berbeda dengan open mic biasa, namun diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda dalam rangka mempopulerkan stand up di masyarakat Bogor. Gathering, berupa kegiatan sharing ilmu yang hasilnya akan disampaikan di open mic, dan tugas sebagai headliner yang menargetkan setiap individu bisa tampil selalu lucu selama sebulan berturut-turut. Kalo ternyata sempet gak lucu, yaa tugas jadi manjang!

Dari keseluruhan komunitas, Stand Up Indo Bogor dikenal dengan komika yang memiliki penulisan materi yang rapi dengan landasan teori yang kuat. Karena memang pembuatan materi yang diajarkan tidak sembarangan. Bagaimana menyeimbangkan setiap elemennya dari set up dan punchline, Stand Up Indo Bogor memiliki standarnya sendiri. Walaupun stand up dinilai sebagai seni komedi, komunitas tetap berprinsip bahwa stand up tetap bisa didekati dengan konteks keilmuan yang terukur.

Syarat bergabung Komunitas Stand Up Indo Bogor memang sederhana namun sulit. Sulit yang dibahas bukan karena persyaratannya, namun karena setiap individunya harus tahu apa yang akan dipilih dan ia hadapi. Syaratnya cukup mengikuti open mic sedikitnya lima kali berturut-turut tanpa putus. Turun langsung open mic dilakukan sebagai awalan untuk ikut merasakan bahwa open mic memang sulit untuk menumbuhkan rasa ingin belajar. Lima kali berturut-turut juga dimaksudkan sebagai uji untuk diri sendiri bahwa memang untuk menggapai kesuksesan akan banyak hal yang dikorbankan, salah satunya adalah waktu untuk bermain-main yang terbagi. Baru setelah memantapkan pilihannya dan lolos syarat yang ada, akan dilanjutkan pada tahap belajar yang lebih jauh.

Memanfaatkan pengalaman organisasi, relasi, dan lingkungannya, Rifky menanamkan landasan kuat bagi Komunitas Stand Up Indo Bogor sampai menghasilkan orang-orang yang berkualitas. Merupakan sosok yang selalu ingin menularkan semangat dan antusias untuk berkembang, kedisiplinan, niat berusaha, dan konsistensi adalah hal-hal yang menjadi kunci untuk menggapai kesuksesan. Baginya, kebahagiaannya terletak pada kebahagiaan orang lain. Momen ia menyadari bagaimana orang di dalam komunitas yang ia bentuk, yang sebelumnya tidak mengenal sampai bisa saling mengapresiasi dan berbagi adalah suatu pencapaian yang memuaskan.

X