REKA Bogor Apresiasi Kota Bogor Raih Predikat Kota Kreatif Seni Pertunjukan

Seni Pertunjukan Ditetapkan sebagai Lokomotif Ekonomi Kreatif Kota Bogor

Bogor, 26 November 2025 — REKA Bogor menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Pemerintah Kota Bogor atas capaian penting ditetapkannya Bogor sebagai Kota Kreatif Seni Pertunjukan dalam hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Penetapan ini menegaskan bahwa seni pertunjukan merupakan subsektor unggulan dan akan menjadi lokomotif ekonomi kreatif (ekraf) Kota Bogor. Predikat tersebut sekaligus menempatkan Bogor dalam jalur menuju ekosistem kota kreatif yang diakui secara nasional dan disiapkan bersaing di tingkat global.

Bogor Punya DNA Seni Pertunjukan

Proses uji petik dilakukan selama dua minggu, mencakup survei lapangan, forum group discussion (FGD) lintas subsektor, dan verifikasi terhadap 13 lokasi pelaku dan kegiatan ekraf. Tim PMK3I melihat bahwa Kota Bogor memang memiliki DNA seni pertunjukan yang terbentuk dari sejarah panjang praktik budaya, tradisi kolaborasi komunitas, dan agenda seni berkelanjutan.

Berbagai kegiatan tingkat nasional seperti Cap Go Meh Bogor Street Festival, Hari Jadi Bogor, Festival Merah Putih, serta gelaran komunitas seperti Bogor Bodor dan Festival Dongeng Kota Hujan, memberi bukti kuat bahwa seni pertunjukan menjadi denyut utama kreativitas kota. Kegiatan tersebut melibatkan ribuan pelaku seni, komunitas, dan masyarakat luas. 

Pernyataan REKA Bogor

Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf, Pemerintah Kota Bogor, dan para pelaku ekraf yang telah bersinergi dalam proses penetapan subsektor unggulan.

“Kami berterima kasih karena telah mendampingi Kota Bogor dalam menentukan lokomotif sektor ekonomi kreatifnya. Saya berharap subsektor seni pertunjukan dapat menarik subsektor lainnya untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bogor,” ujar Georgian.

Georgian menegaskan bahwa kolaborasi lintas subsektor—musik, fesyen, kriya, film, kuliner, dan seni rupa—sudah menjadi karakter ekosistem ekraf Bogor, dan seni pertunjukan adalah simpul yang paling kuat mengikat semuanya. 

Laporan Tim PMK3I: Ekosistem Bogor Saling Menguatkan

Dalam laporan resminya, Tim Program Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang diwakili oleh Dewi Kartika Sari menyampaikan bahwa kunjungan tim PMK3I disambut hangat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor serta didampingi langsung oleh berbagai komunitas ekraf.

Selama dua hari verifikasi, tim meninjau 13 lokasi dan melibatkan 30 aktor heksa-helix dalam diskusi aktif. Hasilnya mengerucut pada kesepakatan bahwa seni pertunjukan ditetapkan sebagai lokomotif subsektor Kota Bogor.

“Penandatanganan ini adalah awal menuju Bogor menjadi kota ekraf tingkat dunia,” ujar Dewi Kartika Sari dalam laporannya.

Sikap Pemerintah Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa capaian ini sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai kota sains kreatif dan berkelanjutan pada 2045.

“Bogor memiliki potensi besar—perguruan tinggi, lembaga penelitian, sanggar, pelaku usaha, dan komunitas. Kami sudah mempersiapkan penguatan ekonomi kreatif sejak beberapa tahun lalu melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Saat ini Bogor memasuki fase maintaining, memastikan semua potensi bergerak selaras,” jelas Dedie. 

Momentum Besar untuk Ekraf Kota Bogor

Penetapan seni pertunjukan sebagai subsektor unggulan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat ekosistem kreatif Bogor:

  • Menjadi penggerak kolaborasi lintas subsektor
  • Menjadi wajah identitas kreatif Kota Bogor
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja
  • Menjadi daya tarik wisata budaya kota

Dengan fondasi sejarah, energi komunitas, dan dukungan pemerintah, Bogor resmi berdiri sebagai Kota Seni Pertunjukan Indonesia—sebuah tonggak menuju kota kreatif bertaraf dunia.