FORUMEREKA: Regenerasi Komunitas dan Menjaga Kreativitas di Tengah Pandemi sudah dilaksanakan, Jumat, 23 Juli 2021, dengan menghadirkan Achmad Dayari dari komunitas kesenian independen Volume Escape (Sukabumi), Ayenk dari Teater RAS (Bogor), dan Hakiki dari Teater Karoeng (Bogor) sebagai narasumber. Ikut juga para pelaku seni pertunjukan teater lokal sebagai peserta forum untuk berdiskusi.

Diskusi pun membahas seputar keterbatasan yang dialami sektor seni pertunjukan, khususnya para pelaku teater, terkait regenerasi dan kegiatan pertunjukan di masa pandemi seperti ini.

Achmad Dayari (Aday) menyampaikan bahwa seni pertunjukan menghadapi tantangan dalam menjaga tradisi, karya, serta kehidupan dari seni pertunjukan itu sendiri di era yang sedang berkembang.

Ditambah lagi, di masa pandemi seperti ini, media digital dibutuhkan sebagai wadah alternatif agar tidak mati di pertengahan jalan. Strategi kreatif dan inovatif harus terus ditelusuri untuk bersaing mengikuti perkembangan yang ada.

Ayenk, perwakilan dari Teater Ras yang juga banyak membawahi teater di beberapa sekolah, harus menghadapi tantangan di mana peminat dari ekstrakurikuler teater semakin menurun. Hal ini berpengaruh pada nasib generasi selanjutnya. Berkurangnya frekuensi bertemu di masa pandemi juga sangat mempengaruhi kualitas pertunjukan, karena berlatih virtual butuh usaha yang jauh lebih besar.

Di samping itu, Hakiki Kamil, sebagai perwakilan dari Teater Karoeng yang banyak berhadapan langsung dengan teater kampus di Kota Bogor, beranggapan bahwa pandemi membuat produktivitas sangat surut serta regenerasi juga terhambat. Terlebih, ruang virtual juga belum bisa menggantikan kegiatan-kegiatan sektor seni pertunjukan.

Georgian M—akrab disapa Jorji—moderator perwakilan dari Reka Bogor menyimpulkan bahwa para pelaku seni pertunjukan harus menemukan pola baru yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai leluhurnya. Seni pertunjukan membutuhkan konsistensi, kreativitas, serta inovasi dengan tetap memperhatikan aspek lain yang bisa mempengaruhi jalan kehidupan seni pertunjukan. Adaptasi dan apresiasi juga sangat dibutuhkan untuk mendukung ekosistem yang sudah terbentuk.

Ucapan terima kasih,

@adaydayari, @hakikikamil_, @bangayenk, @jorvji, @bonchie.yoskarina

#teaterindonesia #teaterbogor #RekaBogor #Rembukkreatif #ekonomikreatif #ekrafbogor #ekrafjabar #parekrafkotabogor #disparbudkotabogor #bogorkreatif #industrikreatif #kreasibogor

 

Penulis: Fabiola Dyandra
Editor: Dhoni Saputra

Kecamatan

Tanah Sareal

Dimekarkan dari Bogor Utara pada 1992 dengan Luas Wilayah 20,6001 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 228.429 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

44%

Fashion

11%

Kriya

8%

Seni Pertunjukkan

3%

Desain Komunikasi Visual

3%

Film, Animasi, Video

2%

Fotografi:

0%

Musik:

3%

Seni Rupa

2%

TV & Radio

5%

Periklanan

5%

Penerbitan

2%

Aplikasi & Games

3%

Arsitektur

0%

Desain Produk

2%

Desain Interior

0%

Kecamatan

Bogor Selatan

Kecamatan dengan wilayah terluas di Kota Bogor dengan Luas Wilayah 30,5021 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 212.423 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

57%

Fashion

9%

Kriya

11%

Seni Pertunjukkan

2%

Desain Komunikasi Visual

11%

Film, Animasi, Video

2%

Fotografi:

0%

Musik:

0%

Seni Rupa

0%

TV & Radio

2%

Periklanan

0%

Penerbitan

2%

Aplikasi & Games

4%

Arsitektur

0%

Desain Produk

0%

Desain Interior

0%

Kecamatan

Bogor Timur

Terletak di sisi timur dengan Luas Wilayah 10,4640 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 107.573 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

54%

Fashion

11%

Kriya

9%

Seni Pertunjukkan

0%

Desain Komunikasi Visual

0%

Film, Animasi, Video

4%

Fotografi:

4%

Musik:

7%

Seni Rupa

4%

TV & Radio

0%

Periklanan

2%

Penerbitan

2%

Aplikasi & Games

0%

Arsitektur

2%

Desain Produk

0%

Desain Interior

0%

Kecamatan

Bogor Barat

Kecamatan berpenduduk terbanyak di Kota Bogor dengan Luas Wilayah 23,3155 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 241.738 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

52%

Fashion

11%

Kriya

6%

Seni Pertunjukkan

10%

Desain Komunikasi Visual

5%

Film, Animasi, Video

5%

Fotografi:

1%

Musik:

3%

Seni Rupa

3%

TV & Radio

0%

Periklanan

2%

Penerbitan

0%

Aplikasi & Games

1%

Arsitektur

1%

Desain Produk

0%

Desain Interior

0%

Kecamatan

Bogor Tengah

Wilayah terkecil sekaligus jantung kota dengan Luas Wilayah 8,3667 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 95.758 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

38%

Fashion

9%

Kriya

20%

Seni Pertunjukkan

5%

Desain Komunikasi Visual

4%

Film, Animasi, Video

4%

Fotografi:

7%

Musik:

0%

Seni Rupa

0%

TV & Radio

3%

Periklanan

3%

Penerbitan

1%

Aplikasi & Games

3%

Arsitektur

0%

Desain Produk

3%

Desain Interior

1%

Kecamatan

Bogor Utara

Wilayah paling utara Kota Bogor dengan Luas Wilayah 18,1374 km2 (Data BPS Kota Bogor 2023) dengan Jumlah Penduduk sebanyak 192.430 (Data BPS Kota Bogor 2024)

KULINER

51%

Fashion

11%

Kriya

6%

Seni Pertunjukkan

4%

Desain Komunikasi Visual

6%

Film, Animasi, Video

2%

Fotografi:

2%

Musik:

2%

Seni Rupa

2%

TV & Radio

1%

Periklanan

3%

Penerbitan

3%

Aplikasi & Games

0%

Arsitektur

1%

Desain Produk

0%

Desain Interior

0%

console.log('REKA CUSTOM CODE AKTIF');