REKA Dorong Aksi Solidaritas untuk Sumatera Lewat Perayaan Ultah Bumi Parawira

Rembuk Kreatif atau Reka Bogor, bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, memaksimalkan pengembangan ruang seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk komunitas dan masyarakat.

Di bawah pengelolaan Bumi Prawira, upaya tersebut kini terus dimatangkan. Salah satu agenda utama saat ini adalah aksi solidaritas korban bencana Sumatera. Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello, menyampaikan bahwa kunjungan wisata ke Bumi Parawira selama masa libur mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada Sabtu 27 Desember 2025, tercatat sekitar 300 pengunjung. Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan akhir pekan biasa. Peningkatan tersebut dinilai sebagai dampak positif dari musim liburan sekaligus rangkaian acara yang sedang digelar. “Alhamdulillah, kunjungan pariwisata pada masa liburan ini cukup baik. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seni dan budaya,” ujar Georgian, Minggu 28 Desember 2025.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Bumi Parawira yang ke-2, yang berlangsung selama dua hari. Beragam acara seni dan budaya disajikan, mulai dari Dolanan Bumi bersama Komunitas Dongeng Kota Hujan dan Duta Baca Kota Bogor, teater dari Komunitas Sisi Cai dan Gekgekgong, musik tradisional oleh Tulang Bajing. “Dan ada live painting oleh pelukis Galeri Bumi Parawira yang hasilnya akan dilelang,” bebernya.

Selain pertunjukan seni, Reka Bogor juga menggelar diskusi budaya bersama Tangtu Institute. Diskusi tersebut mengangkat tema konservasi yang telah mengakar dalam sejarah Bogor, mulai dari masa Kerajaan Pajajaran hingga era kolonial. “Dari zaman dulu, masyarakat Sunda melalui konsep Tri Tangtu sudah memiliki budaya konservasi. Bahkan pada masa kolonial, upaya konservasi juga terlihat dengan dibangunnya Kebun Raya Bogor,” jelas Georgian.

Salah satu konsep unik yang dihadirkan adalah Lecture Performer, yaitu pertunjukan teaterikal yang dimainkan di depan lukisan. Melalui kolaborasi dengan komunitas teater, lukisan-lukisan tersebut diceritakan kembali dalam bentuk seni pertunjukan.

Upaya ini sejalan dengan hasil uji petik Kota Bogor bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, yang menyebutkan bahwa sektor unggulan ekonomi kreatif di Bogor adalah seni pertunjukan. Reka Bogor berharap kegiatan ini dapat menjadi media untuk “menceritakan Bogor kepada dunia” melalui seni dan budaya.

Georgian menambahkan, dalam kegiatan ini Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, hadir dan membeli salah satu lukisan. Seluruh pemasukan galeri selama dua hari akan didonasikan kepada korban bencana Sumatra.

“Jadi hasilnya akan didonasikan untuk korban bencana di Sumatra sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial,” pungkas Georgian.(*)

 

Sumber: Sofian H. https://bogor24update.id/reka-dorong-aksi-solidaritas-untuk-sumatera-lewat-perayaan-ultah-bumi-parawira/