BOGOR, 11 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Musik menyelenggarakan kegiatan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik: Diskusi Industri Musik dan Showcase Musisi Lokal di Bogor, Minggu (11/10). Bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang kreatif sebagai wadah kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah, acara ini menghadirkan sesi diskusi industri serta pertunjukan musik dari musisi lokal lintas genre.

Dalam ekosistem pengembangan ekonomi kreatif di daerah, kehadiran REKA Bogor sebagai Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor memegang peranan yang sangat strategis. REKA Bogor bertindak sebagai simpul kolaborasi penting yang menjembatani antara pemerintah, komunitas, dan para pelaku subsektor kreatif—termasuk musisi lokal—untuk memetakan potensi, menjawab tantangan skena musik, serta menggerakkan pertumbuhan industri kreatif secara berkelanjutan di Kota Bogor.

Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Dr. Mohammad Amin, M.Sn., M.A., dalam penutupan acara menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai fasilitator yang mendorong terciptanya peluang kolaborasi dan pengembangan usaha bagi pelaku ekosistem musik di daerah. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas akses musisi lokal terhadap jejaring industri serta memperkuat ekosistem musik yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Kepariwisataan, Bapak Aryamehr Khomsa T., S.T., M.A., turut hadir memberikan sambutan pembuka, memberikan dukungan penuh terhadap sinergi lintas sektor dalam pengembangan potensi dan talenta musisi lokal di Kota Bogor.

Dalam sesi Diskusi Panel Industri Musik yang dimoderatori oleh Gilang Nugraha (Koordinator Subsektor Musik REKA Bogor), para narasumber membedah berbagai tantangan dan strategi dalam membangun karier dan bisnis musik secara profesional:
- Dely Tambunan (Anggota REKA Bogor) memaparkan materi mengenai pemetaan potensi serta tantangan skena musik lokal di Bogor.
- Aldo Sianturi (Founder Kelas Bisnis Musik) membawakan materi mendalam seputar pengelolaan aspek bisnis dalam industri musik.
- Yessi Kurniawan (Business Development Manager 1 Lisensi) membahas peran penting label dan agregator musik dalam distribusi karya.
- Ekki Soekarno (Founder Indonesia Drum and Perkusi Festival / IDPFEST) berbagi wawasan mengenai penyelenggaraan festival dan jejaring musisi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Showcase Musisi Lokal yang terbuka untuk umum. Sesi ini memfasilitasi lima band musisi lokal Kota Bogor untuk membawakan karya orisinal mereka di hadapan masyarakat dan pelaku industri musik, yaitu Linages (Indie Rock), Eyeliner (Alternatif), Blizter (Post punk), Piknik (britpop/indies), dan The DustyRusty (pop retro).
Melalui penyelenggaraan AKTIF Musik di Bogor, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama REKA Bogor berharap para musisi lokal dapat terus meningkatkan pengetahuan, kapasitas promosi, serta komersialisasi karya, sekaligus memperkuat pemanfaatan ruang kreatif sebagai pusat pertumbuhan ekosistem musik daerah yang berdaya saing.

